Arif Murizal Meninggal Dunia Setelah Kecelakaan di Balapan Motorprix Riau, 17 Tim Mengundurkan Diri

Arif Murizal. (ist)

PADANG (Metrans)

Kabar duka kembali menyelimuti dunia balap motor tanah air. Setelah kehilangan Aditya Anugrah, salah satu pebalap kebanggaan Sumatera Barat pada Agustus 2016 lalu, kini Arif Murizal, pebalap tim Yamaha Suhandi Padang 88 meninggal dunia pada Sabtu (27/7). Arif meninggal karena mengalami kecelakaan di race pertama Motoprix 2019 region A (Sumatra) yang berlangsung di Sirkuit Sport Centre Bangkinang, Riau.

Arif merupakan pembalap kategori Novice (MP3),  tahun ini merupakan debut pertamanya bersama tim tersebut. Prestasi yang diraihnya pun saat ini bagus, bisa disebut karirnya sedang gemilang. 


Dilansir dari akun resmi instagram @suhandipadang88racingteam, Almarhum Arif saat itusedang menjalani balapan. Tragedi ini terjadi saat balapan menyisakan 2 lap akhir. Akan tetapi dirinya alami kecelakaan saat berada di R4 sirkuit tersebut.

Arif Murizal meninggal di dua lap akhir. Dia mengalami kecelakaan bersama Tm Kausar dari tim Yamaha BTKS. Almarhum sempat tidak sadarkan diri setelah crash. Sementara, segenap tim langsung melarikan dia ke rumah sakit. Namun pada pukul 18.00 WIB, nyawanya sudah tak tertolong.

"Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Bila ada terjadi kesalahan yang dibuat pembalap kami baik disengaja maupun yang tidak disengaja kami mohon do'a dan alfatihahnya," cuit akun @suhandipadang88racingteam sembari menampilkan foto sang Almarhum.

17 TIM MENGUNDURKAN DIRI

Pascaterjadinya kecelakaan nahas yang menimpa pebalap Arif Murizal, segenap tim Region 1 Sumatera yang terdiri dari 17 tim pada event kejuaraan nasional (Kejurnas) putaran 2 di Bangkinang, menyatakan mengundurkan diri dari kejuaraan tersebut.

Dilansir dari akun instagram resmi tim Suhandi Padang, 17 tim Region 1 Sumatera yang mengundurkan diri itu yakni, Canasta RBRT Khaylila, Dragon, Honda 7 Berlian, Kenzi Motor, BM 31, BTKS, Alfa Scorpi, Honda Deli, Honda Kita-kita, Seven Brader, Honda Indako, Denas, 828 Sumatera Jaya, GGRT, Sponzen, Honda Capela dan UJRT.

Surat itu ditandatangani oleh setiap perwakilan tim. Mereka berharap, pihak penyelenggara mengembalikan setengah dari uang pendaftaran di kelas expert dan uang tersebut akan diserahkan kepada pihak keluarga almarhum.

"Demikian surat pernyataan ini kami buat atas kesepakatan bersama tanpa adanya tekanan dan paksaan dari pihak manapun. Mohon maaf sebesar-besarnya atas kesepakatan kami ini, dan besar harapan kami untuk pihak penyelenggara menyanggupi permintaan kami," demikian isi sebagian surat permintaan itu.

Sementara, tim Suhandi Padang 88 mengucapkan terima kasih kepada partisipasi tim Region 1 Sumatera yang telah kompak bersama kejadian tersebut.

"Kami ucapkan sekali lagi buat semua team balap motor regional -A Sumatera yang telah kompak bersama kejadian ini, dan kami ingat selalu kekompakan ini semua. Semoga amal ibadah alm Arif Murizal diterima di sisi Allah SWT," cuit akun instagram tim Suhandi Padang 88. 

[Raihan Al Karim]


Jangan Lewatkan