WALI NAGARI RAWANG GUNUNG MALELO SURANTIH AKUI

Banyak Warga Miskin Terdampak Covid-19 Tak Terima BLT

Wali Nagari Rawang Gunung Malelo Surantih, Aprizal saat menerima tim Komisi I DPRD Sumbar

SURANTIH (Metrans)

Wali Nagari Rawang Gunung Malelo Surantih, Aprizal mengungkapkan, keributan masalah pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang terjadi beberapa hari lalu, bermula dari data yang tidak valid. Banyak nama warga miskin yang terdampak Covid-19 tidak ada dalam penerima Bansos.

"Alhamdulillah dapat kita jelaskan kepada masyarakat bahwa ada kekeliruan data. Karenanya kita sisir semua warga miskin dan terdampak Covid-19 ini, kita masukkan dalam penerima BLT Dana Desa yang akan kita serahkan. Masih ada juga yang belum masuk daftar, tetapi kemampuan BLT Dana Desa hanya 259 Kepala Keluarga," kata Aprizal saat menerima kunjungan lapangan dan diskusi Komisi I DPRD Sumbar di Nagari Rawang Gunung Malelo Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Jum'at (15/5) siang


(Baca juga: Nurnas: Orang Sudah Meninggal, Tapi Datanya Masih Muncul)

Nagari Rawang Gunung Malelo sendiri termasuk nagari yang memiliki penduduk cukup besar, yakni 2.010 Kepala Keluarga. Dengan Bansos Kemensos, PKH, BLT Provinsi dan BLT Dana Desa, hanya 65 persen KK yang bisa diakomodasi bantuan.

Masalah data yang tidak update ini juga diakui oleh Camat Sutera Fachrudin. Menurutnya, dalam penyusunan penerima Bansos Covid-19 ini pihaknya menerima data yang lama dari Dinas Sosial, kemudian direvisi di nagari.

"Mereka yang sudah meninggal dikeluarkan, termasuk warga yang tidak masuk kategori miskin. Tetapi nyatanya dalam daftar penerima Bansos nama-nama yang sudah dikeluarkan itu muncul kembali. Merasai kami di bawah oleh masyarakat," kata Camat Fachrudin yang didampingi Kadis PMN Pesisir Selatan,Wendy.

Sementara Kadis PMD Sumbar H. Syafrizal Ucok yang yang hadir dalam acara itu menyatakan sangat mendukung pemutahiran data penduduk miskin di seluruh nagari ini, dan menyatakan  ingin perangkat nagari dilibatkan.

"Kita harapkan ada program pemutakhiran data penduduk miskin ini dalam APBD Sumbar ke depan, yang basis datanya dari nagari," kata Syafrizal Ucok.


Jangan Lewatkan