SERING MENJAWAB LUPA DALAM SIDANG TIPIKOR

Bupati Pasaman Yusuf Lubis Sempat Membuat Geram Penasihat Hukum Terdakwa

Bupati Pasaman Yusuf Lubis, memberikan keterangannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang.

PADANG (Metrans)

Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis yang dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang yang dipimpin Hakim Fauzi Isra beranggotakan M.Takdir dan Zaleka, sempat membuat geram Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Putri Deyesi Rizki disebabkan setiap pertanyaan yang dilontarkan PH terdakwa, saksi mengaku lupa.

Yusuf Lubis diajukan sebagai saksi lebih dari 1 jam itu, terkait kasus  dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana proyek, pasca bencana malam tahun 2016, yang dilakukan oleh mantan kepala BPBD Kabupaten Pasaman M. Sayuti Pohan bersama rekannya mantan bendahara BPBD Alias, dengan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Pasaman, Therry Gutama dan Dwi Kustono.


Dalam sidang tersebut Yusuf Lubis mengaku, sehari dilantik oleh Gubernur Sumbar, sebagai Bupati Pasaman, dirinya langsung terjun ke lokasi yang terkena bencana alam.

"Waktu itu saya mengunjungi beberapa kecematan yang terdekat saja, dan saat itu ada rumah yang atapnya miring dan jalan yang putus," katanya, Rabu (12/2).

Ia juga menambahkan, setelah melihat kondisi tersebut, dirinya membuat proposal yang diajukan kepusat, untuk rehabilitasi pasca bencana alam, seperti pembuangan longsor dan lain sebagainya, dan mengajukan anggaran ke pusat Rp30 miliar, namun yang disetujui hanya Rp6 miliar saja.

Setelah dana tersebut cair, katanya, dibentuklah SK Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), SK penunjukkan pengawas pekerjaan, namun saksi mengaku tidak pernah memberikan proyek pengerjaan, pasca bencana alam ini kepada Syafrizal, yang merupakan kontarktor.

"Itu tidak pernah," ucapnya.

Saksi mengaku, terjadinya penyimpangan dana diakibatkan adanya hasil audit dari BPK. "Menurut laporan dari terdakwa yang saat itu sebagai Kepala BPBD Kabupaten Pasaman, proyek pengerjaan tersebut sudah selesai dan proyek pengerjaan tersebut dilaksanakan sebanyak sepuluh paket," imbuhnya.

Sebelum sidang ditutup, PH terdakwa memiliki bukti rekaman percakapan, antara Bupati Pasaman, terdakwa dan beberapa orang lainnya. "Izin majelis hakim kami minta, untuk membuka isi rekaman di dalam sidang," ucap PH terdakwa.

Namun permintaan PH terdakwa itu tidak dikabulkan hakim dan minta ditunda dulu. "Pada waktu pemeriksaan terdakwa saja, dan nanti kita akan kembali dicocokkan dengan keterangan yang ada," tegas hakim ketua sidang.

Usai diperiksa sebagai saksi, Bupati Pasaman Yusuf Lubis yang saat itu memakai baju putih, meninggalkan ruang sidang dan menuju mobil jenis fortuner nomor polisi BA 114 BS, yang terparkir di pengadilan, dan sidang dilanjutkan Senin depan. (Murdiansyah Eko)


Jangan Lewatkan