Civitas Akademika UBH Deklarasi Anti Radikalisme

Kasubdit Kontra Propaganda BNPT RI, Kol. Pas. Drs. Sujatmiko saat memaparkan isu radikals di hadapan ratusan mahasiswa, usai Deklarasi Anti Radikalisme di Kampus I UBH Padang, Sabtu (31/3).

PADANG (Metrans)

Sampai hari ini, isu terorisme dan radikalisme terus digemakan. Apalagi sasaran paham radikal dan terorisme ini ialah kalangan anak muda. Sesuai itu pula, peran generasi muda dalam upaya pencegahan tindakan negatif itu sangat diperlukan.

Antisipasi itu, Komunitas Duta Damai Dunia Maya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Sumatera Barat (Sumbar) menggandeng Universitas Bung Hatta (UBH), dengan melakukan deklarasi Anti Radikalisme melalui Seminar Nasional serta Workshop Jurnalistik dan DKV, di Kampus I UBH Padang, Sabtu (31/3).


“Generasi muda ialah sasaran kelompok teroris, dengan cara mempropagandakan kebencian dan hasutan di media sosial. Melalui kegiatan ini kita bisa melawan dan menangkal paham radikalisme dengan membuat konten-konten perdamaian di media sosial,” tegas Arrafi, selaku Ketua Regional Duta Damai Provinsi Sumbar.

Duta Damai binaan Pusat Media Damai (PMD) BNPT ini merupakan komunitas generasi muda penggiat dunia maya, yang dibentuk di masing-masing provinsi. Duta Damai Padang yang dibentuk tahun 2017 ini telah melakukan banyak program serta kegiatan terkait kampanye perdamaian dan anti radikalisme.

Rektor UBH, Prof. Dr. Azwar Ananda, MA., yang hadir saat itu menyambut baik dan merasa bangga atas inisiasi Duta Damai dengan civitas akademika UBH ini dalam menggelarkan kegiatan ini. Ia menilai radikalisme ini menjadi persoalan bangsa yang harus ditanggulangi bersama.

“UBH merupakan perguruan tinggi yang berasazkan pancasila dan memilki nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas kampus yaitu kebunghattaan. Jadi generasi muda di kampus UBH turut menjaga kesatuan NKRI,” ujarnya di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I UBH Ulak Karang Padang.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu, ia berharap bisa melahirkan ide-ide bernas dari generasi muda dalam merekat persatuan bangsa. Selain itu acara ini juga untuk mematangkan dan mendalami lagi idiologi bangsa bagi generasi muda.

“Kita harus menghindari generasi muda dar perilaku radikalisme, dan sekaligus kita harus tegas mengakui bangsa ini negara Pancasila, bukan negara agama,” tegas Azwar.

Dalam Seminar Nasional Anti Radikalisme ini mendatangkan tiga pembicara, yakni Kasubdit Kontra Propaganda BNPT RI, Kol. Pas. Drs. Sujatmiko, Ketua MUI Padang Prof. Dr. H.Duski Samad,MA., dan Agusrianto, S.HI.,MA., Ketua Bidang FKPT Sumbar. Sebaliknya Workshop Jurnalsitik bersama Humas UBH sekaligus Blogger, Bayu Haryanto, ST. dan Workshop Desain Komunikasi Visual dengan pembicara Mila Darmayanti, S. Ds dan Memorizal Ilustrator DKV.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pembacaan deklarasi oleh seluruh peserta serta penandatangan deklarasi yang dilakukan pihak kampus, BNPT dan Duta Damai, sebagai bentuk komitmen anti radikalisme.

Salah satu isi deklarasi tersebut menegaskan pentingnya berpegang teguh pada Pancasila, dan UD 1945. Kemudian juga bertekad membentuk generasi muda untuk menjaga kemajemukan dan persatuan bangsa dari berbagai ancaman, termasuk ancaman terorisme.

“Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari dengan jumlah peserta 250 orang. Pada hari pertama akan dilaksanakan Seminar Nasional dan pelatihan jurnalistik dan dilanjutkan pada hari kedua wokrhop DKV,” pungkas Fenny Anggriani selaku Ketua Pelaksana. (why)


Jangan Lewatkan