NAGARI SONTANG CUBADAK

Data BLT Kacau Kantor Wali Nagari Dirusak

RUSAK- Ratusan massa merusak kantor Wali Nagari Sontang Cubadak, di Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Rabu (3/6). Aksi ini buntut dari ketidakpuasan warga terhadap pendataan penerima BLT dampak Covid-19. (foto: Ist/net)

Padanggelugur (Metrans) Pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di sejumlah daerah kembali menimbulkan masalah karena data yang amburadul

Ratusan massa merusak kantor Wali Nagari Sontang Cubadak, di Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Rabu (3/6). Aksi anarkis massa ini buntut dari ketidakpuasan mereka terhadap pendataan penerima BLT dampak Covid-19.
Aksi massa tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB., aksi diawali dengan orasi dan pergerakan ratusan massa.

Sejumlah protes dan tuntutan warga disampaikan mereka dengan tertib, namun, ketidakhadiran Wali Nagari Sontang Cubadak, Hendra di kantor tersebut membuat massa mulai tersulut emosi.
Tanpa dikomando, massa pun mulai melakukan pengerusakan, kaca jendela Kantor Wali Nagari setempat dipecah, menggunakan tongkat dan batu.


Pagar juga dirusak, sejumlah personel kepolisian yang melakukan pengawalan pun tak bisa berbuat banyak.
Massa menuntut pendataan penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di nagari itu segera diperbaiki, menurut mereka, penyaluran dana BLT di nagari itu tidak tepat sasaran.
Hal itu menurut mereka dikarenakan masih banyak warga seharusnya lebih berhak menerima bantuan sosial tapi luput dari pendataan pihak pemerintah nagari setempat.
"Kami menuntut Walinagari Hendra, bertanggung jawab soal ini. Kami meminta pendataan diulang dan dilakukan dengan transparan. Jangan orang-orang tertentu dan dekat dengan pak wali saja yang dapat BLT. Sementara yang miskin dan berhak dapat, tidak kebagian," ucap salah seorang massa aksi.
Ia mengatakan, aksi massa ke kantor Walinagari Sontang Cubadak itu dilakukan secara spontan oleh warga terkait penyaluran BLT sudah kali kedua terjadi di nagari itu.
"Aksi kami ini adalah aksi yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada bulan puasa kemarin, saat pembagian BLT Dana Desa, kami juga sudah melancarkan aksi protes. Namun, tidak diindahkan oleh pak wali," ujarnya.
Kapolsek Panti, Iptu Edwin menyanyangkan penyampaian aspirasi oleh warga setempat berujung anarkis. Ia mengatakan, protes massa dipicu oleh pendataan penerima BLT di nagari pecahan Kecamatan Panti itu.
"Patut disayangkan, sebenarnya kan semua persoalan bisa dibicarakan, bisa kita musyawarahkan baik baik. Tidak harus lewat kekerasan atau anarkis seperti ini. Kantor Wali Nagari dirusak, ini kan simbol negara," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan proses penyelidikan terhadap pelaku pengrusakan kantor tersebut.

Sebab, kata dia, pengerusakan kantor Walinagari termasuk perbuatan melanggar hukum dan aturan perundang-undangan.
"Kita akan proses, karena itu sudah merusak lambang pemerintah dan fasilitas umum. Perbuatan itu bisa dijerat hukum. Pak Wali juga akan melaporkan para pelaku pengerusakan kantor itu," ucapnya.
Kapolsek Panti ini menyebutkan bahwa pihaknya bersama Camat, Wali Nagari serta unsur terkait lainnya sedang melakukan rapat internal guna menyikapi aksi protes massa yang berujung anarkis tersebut.
"Saya masih di Kantor Wali Nagari, bersama Pak Camat, Wali Nagari, Kasatpol PP, Kasat Intel Polres, saat ini kami sedang rapat terkait hal ini," imbuhnya.
Wali Nagari Sontang Cubadak, Hendra belum bisa dihubungi, untuk dimintai konfirmasi terkait aksi protes massa hingga berujung anarkis tersebut. n Zulkifli Rahman.


Jangan Lewatkan