Diduga Cekcok dengan Preman Gara-gara Ikan, Wanita Penjual Ikan ini Alami Luka Robek di Bibir

Korban didampingi keluarganya saat melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolsek IV Jurai, Selasa (7/1) siang.

PAINAN (Metrans)

Deri, seorang penjual ikan di Sago Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan menjadi korban pengeroyokan oleh seseorang yang diduga preman di daerah itu, Selasa (7/1) sekira pukul 10.30 WIB.

Kesalahpahaman yang berujung pemukulan itu dialami wanita 43 tahun itu diduga dilakukan oleh seorang preman berinisial J. Atas peristiwa itu, korban mengalami luka robek di bagian kiri bibirnya.


Tak terima kejadian ini, korban terpaksa ke Polsek IV Jurai didampingi keluarga dan sang suami dengan rasa takut.

"Saya telah lama dihantui rasa takut oleh pelaku ini pak. Kami takut sepulang dari sini (Mapolsek -Red) kami akan diancam, atau akan ada perlakuan lain, kami takut sebenarnya," ungkap Deri saat dimintai konfirmasi di Mapolsek IV Jurai. 

Ia menceritakan, perkara yang menimpanya berawal pada saat pelaku hendak membeli ikan hasil tangkapan pukat miliknya senilai Rp10 ribu, di Pantai Balai Lamo Sago Salido di wilayah itu dan kemudian ia dengan berbesar hati memberikan ikan tersebut

"Saya ambilkan ikannya pak, sembari saya katakan 'ndak usah dibayar dek, dan bawa saja'. Saya katakan seperti itu," kata dia, sambil memperagakan gerak-geriknya waktu itu.

Kemudian setelah itu, lanjut Deri, malah pelaku langsung marah kepadanya dan menendang onggokan ikan yang ada di dalamnya dan langsung memukul wajahnya dan mengenai bibir bagian kirinya.

Akibatnya, korban mengalami luka robek dan mengeluarkan darah di bagian bibirnya. Dengan spontan ia langsung mendorong pelaku, dan masyarakat banyak langsung melerai keduanya.

"Kami ini memang telah hidup di bawah tekanannya selama 6 tahun ini pak. Semenjak kakaknya menjadi polisi, ia semakin menjadi-jadi, makanya pak saya takut, akan terjadi hal lain setelah ini, pokoknya kami takut," terangnya dengan nada ketakutan.

Ia juga mengaku, bahwa atas permasalahan itu, ia merasa heran karena dilaporkan ke pihak berwajib sedangkan ia merasa berada di pihak diduga korban.

"Karena kakaknya polisi pak, saya yang dilaporkan, karena ia mengaku dikeroyok, padahal mereka itu hanya melerai, supaya ia tidak terus memukuli saya, ini buktinya pak saya dipukuli, dan saksi banyak pak boleh, ditanya banyak yang melihat," terangnya. 

Deri mengungkapkan, karena kejadian yang dialaminya itu, dirinya pun tidak sanggup lagi tinggal di daerah itu.

Sementara itu, suaminya bernama Sarial (52) mengatakan, persoalan itu ia serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk proses hukum selanjutnya.

"Saya percayakan saja pak persoalan ini kepada penegak hukum, karena saya tidak mengerti apa-apa masalah hukum, dan jelas istri saya yang telah ditonjok oleh pelaku ini," kata dia.

Sementara itu Kapolsek IV Jurai, AKP Zulhermansyah ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, mengatakan belum bisa menjelaskan secara detail kejadian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihaknya masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan dan mendalami persoalan itu.

"Saya lagi di TKP, kalau saat ini belum bisa memberikan informasi, karena masih didalami, ini langkah mengantisipasi supaya tidak melenceng dari aturan," katanya singkat. (mil)


Jangan Lewatkan