Digerebek Warga Saat Menginap di Rumah Janda di Padang, Sang Duda Sembunyi di Loteng

Pasangan FN (23) dan YP (25) saat digelandang ke Mako Satpol PP Padang

PADANG (Metrans)

Laki-laki dan perempuan yang masing-masing mengaku berstatus duda dan janda, digerebek warga pada Jumat (8/5) dinihari sekira pukul 02.30 WIB. Penggerebekan terjadi di rumah kontrakan janda beranak satu itu, tepatnya di kawasan Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Mereka diduga melakukan perbuatan asusila di dalam kontrakan tersebut. Pasangan yang diduga berselingkuh ini berinisial FN (23), warga Perumahan Igasar Limau manis, Kecamatan Pauh, yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan teman laki-lakinya  YP (25) diketahui tinggal di Jalan Moh Hatta, Kecamatan Kuranji.


Saat pengrebekan, didapati perempuan tersebut berada di dalam kamar sedangkan teman laki-lakinya bersembunyi di atas loteng kamar tersebut. Perempuan ini kepada petugas mengaku kalau ia sudah berstatus janda sedangkan YS, teman lelakinya mengaku sudah duda.

"Wanita ini sering menerima tamu lawan jenis hingga larut malam, bahkan tamunya gonta-ganti saja," kata Ketua RT setempat, Arman. 

Namun teguran pihak RT dan warga tersebut tidak diindahkan. Warga yang telah muak ini melakukan penggerebekan. Saat digerebek, keduanya dicecar beberapa pertanyaan oleh warga, termasuk perbuatan atas tingkah laku yang mereka lakukan.

"Jawaban mereka berbelit-belit. Warga kemudian membawanya ke kantor polisi karena dikhawatirkan sampai terjadi keributan dan main hakim sendiri," terang Arman ketua RT setempat.

Mereka yang tertangkap basah terpaksa dibawa ke Mapolsek Koto Tangah untuk selanjutnya dibawa ke Mako Satpol PP Kota Padang guna pemrosesan lebih lanjut.

Pihak kepolisian dari Polsek Koto Tangah menyerahkan mereka berdua beserta seorang anak ke Satpol PP Padang. Pihak Polsek mengungkapkan, penggerebekan yang dilakukan warga, RT serta didampingi Bhabin setempat.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, mereka telah didata dan diproses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)

Terkait penertiban terhadap pelaku asusila ini, Kepala Satpol PP Kota Padang, Alfiadi mengatakan sangat menyayangkan peristiwa penggerebekan ini. Apalagi, terjadi pada bulan Ramadan, serta saat situasi pandemi Covid-19.

"Inipada bulan Ramadan, serta saat situasi pandemi Covid-19. Masih saja ada kelakuan untuk berbuat tidak senonoh. Mereka berdua akan diproses oleh PPNS berdasarkan ketentuan dan aturan yang berlaku," pungkasnya. (tim)


Jangan Lewatkan