13 SAKSI TELAH DIPERIKSA

Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Bupati Agam Diperiksa Polda Sumbar

Kabid Humas Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Stefanus Satake Bayu Setianto. (Foto: Raihan Al Karim)

PADANG (Metrans)

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) terus melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan pencemaran nama baik anggota DPR RI, Mulyadi.

Setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam Martias Wanto, kini giliran Bupati Agam, Indra Catri yang diperiksa polisi.


"Iya yang bersangkutan (Bupati Agam, Indra Catri) sedang diperiksa sebagai saksi di Subdit Cyber Crime," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Stefanus Satake Bayu Setianto kepada Metrans, Jumat (29/5) siang.

Hingga saat ini, kata dia, penyidik terus melakukan penyelidikan. 13 saksi pun telah diperiksa dan kemungkinan bisa bertambah sesuai dengan kebutuhan penyidik.

"Sudah 13 saksi (yang diperiksa). Kita masih melakukan penyelidikan," lanjut dia. 

Kasus tersebut berdasarkan laporan yang dibuat Refli Irwandi (40) pada Kamis (4/5) lalu dengan nomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr. Refli melaporkan dugaan peristiwa pencemaran nama baik melalui akun Facebook Maryanto yang diduga akun bodong. 

Akun itu diduga mengunggah foto yang disertai dengan kalimat ujaran kebencian dan pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Sekda Kabupaten Agam, Martias Wanto terkait kasus dugaan pencemaran nama baik anggota DPR RI asal Sumbar itu, Kamis (28/5). Dia diperiksa sebagai saksi di Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumbar bersama satu saksi lainnya.


Jangan Lewatkan