GUBERNUR SUMBAR IRWAN PRAYITNO:

Hikmah Covid-19, Kita Masuk Era 'New Normal'

Gubernur Irwan Prayitno menerima tim wartawan Metrans di ruang kerjanya.

PADANG (Metrans)

Harus diakui bahwa ekonomi Sumatera Barat –seperti juga provinsi lain di Indonesia—saat ini benar-benar jatuh ke titik nadir. Jika sebelumnya Menkeu Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional akan terkontraksi antara 2,3 persen sampai 0, maka menurut Gubernur Irwan Prayitno, Sumbar berada sedikit di atas rata-rata nasional.

“Setelah jatuh ke titik nadir akibat Covid-19 ini, pertumbuhan kita tahun ini paling 2,5 persen,” kata Irwan Prayitno dalam wawancara dengan wartawan Metrans di ruang kerjanya, Senin (18/5).


Menurut Irwan, kondisi ini sungguh berat terutama bagi UMKM. Ekonomi bukan stagnan lagi, melainkan benar-benar ambruk. Pertumbuhan yang diharapkan di atas 6 persen pada APBD 2020 tentu otomatis terkoreksi.

“Untuk mencapai 5 atau 6 persen kan mesti didukung investasi. Pada saat ini investasi mana yang bisa kita harap. Investasi pemerintah pun dialihkan kepada penanganan dampak Covid-19. Sejumlah proyek infrastruktur yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan harus dialihkan ke kegiatan penanganan dampak Covid-19,” kata Irwan Prayitno didampingi Kepala Bappeda Hansastri.

Lalu apa yang mesti dilakukan?

Gubernur menghela nafas berat dan mengatakan bahwa semua pihak kini masih berkonsentrasi bagaimana mengatasi wabah ini. Angka-angka peningkatan jumlah masyarakat yang terdampak Covid-19 makin hari makin bertambah.

Secara nasional Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam dari 4,97 di kuartal 4 tahun 2019 menjadi tumbuh hanya 2,97 pada kuartal pertama 2020 ini. Kontraksi yang cukup dalam pada kuartal 1 di Indonesia ini di luar perkiraan mengingat pengaturan physical distancing dan PSBB mulai diberlakukan pada awal bulan April 2020.

“Tentu saja ini sangat terasa sampai ke daerah-daerah, termasuk Sumatera Barat. Tapi saya tetap berharap, sebagaimana pada masa krisis ekonomi 1998, yang tegar-tegar itu adalah UMKM. Semoga saja dapat segera mereka –para pengusaha UMKM—bisa berdiri tegak kembali selepas meredanya Covid-19 ini,” tutur pria yang tidak merokok ini.

Kata Irwan, sekalipun ini adalah saat yang getir, tetapi hendaklah dapat diambil hikmah juga untuk Sumatera Barat melangkah ke depan.

Ia pun mengutip pendapat para ahli yang menggaungkan apa yang disebut new normal. Menurutnya, Covid-19 telah membuat pintu untuk semua warga masuk ke era yang lebih baru. Baru dalam cara berusaha, baru dalam bertransaksi, baru dalam bersikap, baru dalam bersekolah, bahkan harus baru dalam menjalankan pemerintahan.

“Pada era new normal nanti, kita akan mulai segalanya dari nol dengan cara baru dan meninggalkan cara lama. Misalnya akibat kita melaksanakan phisical distancing maka kaan terbentuk budaya baru yakni antri, Semua jadi tertib. Yang tidak bersih selama ini akan menjadi orang bersih dan sehat lantaran terbiasa cuci tangan seseirng mungkin. Semua akan sangat care dengan kesehatan. Bahkan budaya saling menolong besar kemungkinan akan semakin meluas lantaran kita terbiasa bertolong-tolongan di masa darurat. Cara kita berbelanja juga akan berubah, belanja online akan marak. Sekolah juga akan dilakukan secara virtual dan hal itu akan jadi kebiasaan. Tatakelola pemerintahan semakin full-digital, makin paperless. Rapat-rapat sudah terbiasa dilakukan secara online. Dan budaya baru kita muncul yakni paham akan cara berhemat, efektif dan efisien,” katanya panjang lebar.

Sekedar dicatat berdasarkan analisa data yang dikeluarkan oleh The Singapore University of Technology and Design dengan menggunakan metode estimasi pandemi, Susceptible Infected Recovered (SIR) dengan DDE (Data Driven Estimation), maka diperkirakan puncak pandemi di Indonesia telah terjadi pada bulan 19 April 2020 yang lalu dan secara berangsur akan berakhir secara total pada akhir Juli 2020.

Data ini dikeluarkan per 5 Mei 2020 yang diambil berdasarkan data dari berbagai negara untuk memprediksi berakhirnya pandemi di dunia. Berdasarkan data tersebut, diperkirakan akhir Mei 2020 kebijakan PSBB dapat segera berakhir. Dengan demikian, awal Juni seluruh aktifitas dapat berjalan dengan normal.

“Dan itulah saatnya kita memulai kehidupan yang baru, dari kilometer nol,” kata Irwan Prayitno.

[Eko Yanche Edrie/Ryan Syair/Faisal Budiman]


Jangan Lewatkan