Hilang Satu Bulan, Mayat Kakek 90 Tahun di Limapuluh Kota Ditemukan Membusuk di Hutan

Sesosok mayat kakek berusia 90 tahun ditemukan di dalam hutan Bukik Laweh, Minggu (12/1) sekira pukul 14.30 WIB.

LIMAPULUH KOTA (Metrans)

Warga Jorong Beringin, Nagari Durian Gadang, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota digemparkan dengan penemuan sesosok mayat dengan kondisi sudah membusuk di dalam hutan Bukik Laweh, Minggu (12/1) sekira pukul 14.30 WIB.

Mayat yang diduga bernama M Darwis (90) tersebut dikabarkan hilang beberapa waktu lalu. Ia ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang sedang berburu babi di sekitar kawasan tersebut.


Koordinator SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Begitu mendapat informasi, kata dia, pihaknya bersama tim gabungan langsung ke lokasi.

"Benar, setelah mendapat informasi dari masyarakat, tim bersama persatuan PORBI, KSB Nagari, Basarnas, dan anggota kepolisian langsung ke lokasi," ujarnya, Minggu (12/1) malam. 

Saat mengevakuasi korban, kata dia, tim sempat kesulitan karena medan yang dilalui cukup berat dan landai. Pihaknya menduga, mayat tersebut adalah M Darwis yang hilang 1 bulan lalu.

"Kita menduga mayat tersebut adalah M Darwis, yang hilang satu bulan lalu dan tidak diketahui keberadaannya oleh keluarga," sebutnya. 

Hingga pada pukul 15.30 WIB, mayat yang diduga merupakan warga Jorong Beringin, Nagari Durian Gadang itu telah dibawa ke RSU Adnan WD Kota Payakumbuh guna dilakukan visum tentang penyebab dan identitas mayat.

Sementara itu, Camat Akabiluru, Khris La Deva juga membenarkan peristiwa tersebut.  Menurutnya, sebelumnya warga sempat melaporkan kehilangan seorang anggota keluarga yang memiliki ciri-ciri dengan tinggi 150 cm, kulit sawo matang, kurang pendengaran, kemeja warna kuning, serta pakai kopiah hitam.

"Kita menduga mayat yang ditemukan adalah warga yang hilang tersebut, kepastian ini juga dibenarkan oleh anak kandung korban," ujar Khris La Deva.

Ia juga berharap agar masyarakat tidak menyebarluaskan foto-foto atau video saat ditemukannya jenazah.

"Diimbau kepada warga yang tadi di lokasi, agar tidak menyebarkan video atau foto kondisi jenazah. Semoga kita semua dapat saling menjaga agar keluarga korban tidak bertambah sedih," pungkasnya.

[Lili Yuniati]


Jangan Lewatkan