oleh

DI LIMAPULUH KOTA

Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Guru SD yang Sodomi 12 Siswanya Divonis 20 Tahun

PAYAKUMBUH (Metrans)

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Payakumbuh menyatakan oknum guru honorer di salah satu SD Negeri di Kabupaten Limapuluh Kota berinisial FY (28), bersalah melakukan pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang terhadap 12 siswanya.

FY divonis 20 tahun penjara karena terbukti melakukan pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang dengan cara menyodomi 12 muridnya.


"Menjatuhkan pidana penjara ‎selama 20 tahun hukuman penjara terhadap terdakwa FY, yang telah melakukan pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang terhadap 12 orang muridnya," ujar Ketua Majelis Hakim, Indah Wastukencana Wulan yang juga Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh didampingi Hakim Anggota, Nely Gusti Ade dan Agung Darmawan di Pengadilan setempat, Rabu (2/10).

Humas Pengadilan Negeri Payakumbuh, Agung Dermawan menyebutkan, vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa FY 15 tahun penjara.

"Tidak ada hal yang meringankan bagi terdakwa FY, karena korbannya 12 orang. Di samping itu, posisi terdakwa adalah sebagai guru dan pencabulan yang dilakukan terdakwa kepada para korbannya di bawah tekanan," ungkap Agung Dermawan.

Mendapat hukuman 20 tahun penjara, terdakwa FY didampingi penasehat hukumnya, Nuril Hidayati dari Posbakum Kharisma Pilar Keadilan, menyatakan pikir-pikir atas vonis yang cukup berat tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, terungkapnya kasus pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang oleh oknum guru Sekolah Dasar itu, sempat membuat masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota gempar. Pasalnya, perbuatan dugaan sodomi dan pencabulan terhadap belasan muridnya itu diketahui sudah berlangsung sejak tahun 2017 silam.

Bahkan, korban yang pernah disodomi sang guru, sudah ada yang duduk di bangku SMP dan SMA. Namun perbuatan bejat yang dilakoni pria beristri dan punya anak satu ini, akhirnya terbongkar juga dipenghujung bulan Maret 2019 ini tepatnya Sabtu (23/3) lalu.

Berawal saat rumah dinas yang ditempati sang guru berinisial FY, Sabtu (23/3) dikepung warga. Masyarakat yang anaknya menjadi korban mendengar informasi yang beredar bahwa, anaknya menjadi korban dugaan sodomi sang guru, tidak terima dan mengepung rumah guru itu sekitar pukul 18.00 WIB.

Beruntung saat pengepungan terjadi, cepat diketahui Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh, Erismon. Sehingga FY segera diamankan dari kemarahan warga dan langsung dibawa ke Polsek Payakumbuh, sebelum kemudian diserahkan ke Polres Payakumbuh di Jalan Pahlawan, Labuah Silang.

Terungkapnya perbuatan bejat sang guru FY, bermula dari candaan sesama teman di salah satu tempat Play Stasiun (PS). Dimana saling ejek dengan kata-kata “Ang dipangakan dek Pak FY. Ang lah dikarajoan“(Kamu diperlakukan apa oleh Pak guru FY, Apa kamu sudah dikerjain).

Mendengar kata-kata saling ejek itu, pemilik PS merasa heran dan bertanya-tanya. Untuk menjawab rasa penasarannya, pemilik PS kemudian memanggil salah seorang anak yang terlibat saling ejek tersebut. Namun, alangkah kagetnya pemilik PS mendengar cerita polos yang anak yang terlibat saling ejek itu, bahwa dia mengakui telah di sodomi oleh FY sang gurunya. Kemudian pemilik PS melaporkan cerita anak-anak itu kepada orangtuanya.

Mendengar cerita itulah para orangtua yang anak-anaknya menjadi korban pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang oknum sang guru itu merasa tidak senang, lalu mengepung sang guru FY di rumah dinas sekolah yang ditempatinya.

Dari pengakuan korban perbuatan bejat sang guru itu dilakukan ketika di rumah dinas sang guru saat anak-anak bermalam ditempatnya. Di mana belasan anak-anak les belajar dengan membayar Rp5 ribu dirumah guru FY hingga malam dirumahnya. Pada saat malam itulah FY menyuruh anak muridnya itu membuka celana sambil melakukan aksi kaum sodom itu kepada muridnya sendiri.

Muridnya ini ada yang marah tidak mau, tapi dengan ancaman tidak diberi nilai atau nilai akan dikurangi dan nilai akan dijatuhkan, hingga ancaman ijazah akan ditahan. Dengan ancaman itulah guru FY melancarkan perbuatannya, dan mengancam para korbannya untuk tidak menceritakan perbuatan bejadnya kepada siapapun (li2) 


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru