Mencekam! Seekor Harimau Berkeliaran di Ladang, Warga Yakin Tanda Peringatan

Warga Labuahan Gajah, Nagari Kudu Ganting, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman dikejutkan dengan munculnya seekor harimau yang berkeliaran di ladang pertanian warga.

PADANG PARIAMAN (Metrans)

Warga Labuahan Gajah, Nagari Kudu Ganting, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman dikejutkan dengan munculnya seekor harimau yang berkeliaran di ladang pertanian dan masuk ke hutan di daerah setempat, Senin (30/12) sekira pukul 14.30 WIB.

Awalnya, kabar berkeliarannya seekor harimau itu ketika Bujang Jambak (63) melihat langsung harimau itu melintas di kebunnya dengan memperlihatkan belang harimau yang ukuran tubuhnya cukup besar. 


Saat itu, ia hendak berteduh di pondok kecil yang tak jauh dari kebunnya itu. Ia kaget dengan sosok yang melintas di kebun itu. Tak bisa berbuat banyak, Bujang dengan sigapnya mengambil parang sembari memukulkan ke pondok kecilnya itu dengan harapan harimau itu kabur meninggalkan kebun itu. Namun, harimau itu langsung menatap Bujang, tidak beberapa lama harimau tersebut langsung masuk ke hutan setempat.

"Sambil menunggu hujan teduh, saya membakar kayu untuk memasak pisang. Tak beberapa lama, melintaslah harimau itu dengan bobot tubuh yang cukup besar. Setelah saya ketahui bahwa itu harimau, langsung saya ambil parang dan dipukulkan ke pondok yang terbuat dari kayu, tidak beberapa lama kemudian harimau tersebut langsung masuk hutan," ujar Bujang Jambak, Kamis (02/01/2020).

Lebih kurang hampir sekitar 10 menit, harimau itu melihatkan tubuhnya pada saat melintas di depan matanya itu. Setelah kejadian yang dialaminya itu, ia langsung ke pasar untuk mengabarkan hal itu kepada warga setempat.

"Setelah kejadian itu, saya langsung ke kedai minuman yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kebun saya sembari menceritakan kejadian tersebut. Masyarakat pun langsung meresponnya dan langsung melihat jejak harimau itu dengan mengambil gambar melalui handphone warga," ujar dia

Menanggapi hal itu, Walinagari V Koto Timur, M. Yunin mengatakan pihaknya telah mengirim surat ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat. Menurutnya, dengan adanya kejadian itu warga yang bertani di sekitar itu merasa khawatir dengan munculnya harimau di siang hari itu.

Ia membenarkan bahwa adanya harimau masuk ke kebun milik pertanian warga setempat. Hal ini dibuktikan dengan beberapa jejak kaki harimau yang ditemukan warga di tiga titik, salah satunya di kebun milik Bujang Jambak.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi pada warganya itu, ia mengimbau warga setempat untuk dapat berhati-hati dalam mengelola sawah dan pertanian.

"Saya selaku Walinagari mengimbau kepada warga untuk dapat berhati-hati dan waspada terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi, terkait dengan munculnya harimau disiang hari," ujarnya.

Masyarakat setempat percaya tentang kabar harimau melintas itu. Menurut mereka, kemunculan harimau dipercaya sebagai peringatan agar masyarakat hati-hati bahwa ada tamu yang tidak diundang datang di daerah itu. Artinya, ada harimau lain yang datang dari daerah lain ke daerah ini.

"Warga percaya harimau muncul memberi isyarat, warga berharap tidak terjadi hal tak diinginkan di kampung itu," kata Babinsa setempat, Serka Oyon.

Menurut Oyon, kemunculan harimau itu membuat warga yang bertani cukup cemas di daerah itu. Pasalnya, tidak pernah ada harimau yang keluar pada siang hari. Diakui, hutan itu diperkirakan menjadi habitat harimau.

"Aparatur Nagari setempat akan memberikan informasi secepatnya apabila terjadi gangguan atau harimau itu muncul lagi," imbuh Oyon. (Syafrial Suger)


Jangan Lewatkan