Meski Tak Direstui Orang Tua, Sepasang Kekasih di Padang Nekat Gelapkan Motor untuk Modal Nikah

Kedua pelaku beserta barang bukti saat berada di Mapolsek Koto Tangah.

PADANG (Metrans)

Sepasang sejoli yang telah melakukan penggelapan sepeda motor, yakni Chendea Peldi alias Cecen (21), warga Perumahan Geri Permai Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah dan Armita Sari Indra (20), warga Banda Gadang Tanjung Basung II Kabupaten Padang Pariaman, dibekuk Tim Opsnal Polsek Koto Tangah, Kota Padang.

Penangkapan terhadap pelaku setelah pihak kepolisian menerima laporan dari pemilik motor dengan nomor Laporan Polisi: LP/80/B/II/2020/Sektor atas tuduhan melakukan penggelapan sepeda motor bermodus berpura-pura meminjam motor untuk membeli makanan dan minuman. Setelah motor sudah ditangan, pelaku akhirnya menjual motor tersebut kepada seseorang.


Pelapor adalah Fatih Rabbani (20) seorang mahasiswa yang berlamat Sungai Pinang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman dan Robbi Anggara (18) alamat Komplek Harka Sarai Permai Blok Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

Kemudian pada Rabu (12/2) pukul 01.30 WIB, ketika diketahui tersangka berada di sebuah warnet di Jalan Adinegoro Kelurahan Batang Kabung Kecamatan Koto Tangah berdasarkan laporan korban, polisi bergerak dan langsung menangkap kedua pelaku.

"Kita telah menyita Barang Bukti (BB) berupa satu unit R2 jenis Honda Vario warna Hitam Nomor Polisi BA-2213-AL dan satu unit R2 Jenis Yamaha Mio Soul warna Hitam Nomor Polisi BA-2920-LW," ujar Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernando ketika dihubungu Metrans, Rabu (12/2).

Dikatakan, pada saat dilakukan penangkapan kedua pelaku tidak melakukan perlawanan. Namun setelah diintrogasi, keduanya mengaku bahwa barang bukti telah dijualnya kepada seseorang. Namun setelah barang bukti ditemukan, kemudian pelaku dibawa ke Polsek Koto Tangah bersama barang bukti tersebut.

Mirisnya, menurut pengakuan kedua pelaku yang mengaku tidak punya pekerjaan tetap itu kepada polisi, hubungan mereka sudah berjalan selama 3 tahun. Bahkan mereka juga sudah pernah melakukan hubungan badan layaknya pasangan sah.

Uang itu, kata pelaku, akan digunakan untuk hidup sehari-hari mereka, dan sudah direncanakan untuk menyisihkan sebagian uang tersebut untuk rencana hari terindah mereka yaitu menuju pernikahan.

"Namun, surat-surat tidak ada, ada rencana mau nikah, tapi orang tua juga tidak merestui," kata salah seorang pelaku. (Buliza Rahmat)


Jangan Lewatkan