Muncikari di Padang Pariaman Jajakan Gadis 13 Tahun Rp200 Ribu, 4 Orang Ditangkap

Pihak Satpol PP Kota Pariaman saat menyerahkan berkas penangkapan kepada pihak Polres Padang Pariaman.

PADANG PARIAMAN (Metrans)

Kepolisian Resor Padang Pariaman bersama Satpol PP Kota Pariaman membongkar kasus prostitusi dengan korban anak di bawah umur di wilayah tersebut. Empat orang terduga pelaku ditangkap pada Senin (10/2) malam.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu Abdul Kadir Jailani mengatakan, empat orang pelaku tersebut masing-masing dengan inisial SH (32) dan ZZ (47), warga Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Dua pelaku tersebut berperan sebagai pembeli.


Kemudian dua pelaku lainnya yakni berinisial I (23) yang dalam kasus tersebut berperan sebagai muncikari serta AY (20), istri dari pelaku I yang berperan membantu menjualkan korban kepada para lelaki hidung belang.

Sedangkan korbannya, sebut saja Mawar (nama samaran -red), gadis belia yang masih berusia 13 tahun. Diketahui, korban merupakan warga Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang dan masih duduk di bangku sekolah.

"Prostitusi itu terungkap berawal dari penggerebekan yang dilakukan Satpol PP Kota Pariaman, kemudian dilimpahkan ke Polres Kota Pariaman. Dikarenakan TKP di wilayah hukum Padang Pariaman, pihak Polres Kota Pariaman melimpahkan ke Polres Padang Pariaman. Setelah dilimpahkan ke kami, kemudian dikembangkan akhirnya tertangkaplah aktor lain di balik kasus tersebut," ungkapnya, Selasa (11/2).

Ia menjelaskan, dari keterangan yang berhasil dihimpun pihaknya, bahwa prostitusi itu awalnya terjadi pada Jumat (7/2) sekira pukul 21.00 WIB. Saat itu pelaku I (muncikari) menawarkan korban kepada pelaku SH dengan kesepakatan harga Rp200 ribu dengan perjanjian korban dibawa selama dua jam, akhirnya kesepakatan itu terjadi antara pelaku.  

"Selanjutnya pelaku I bersama istrinya  AY menjeput korban ke rumah kontrakannya dan mengantarkannya kepada pelaku SH. Di saat bersama SH itu korban dicabuli di atas mobil milik SH," jelasnya. 

Lebih lanjut kata dia, praktik prostitusi tersebut kembali berlanjut pada Sabtu (8/2) sekira pukul 22.00 WIB, di mana pelaku I kembali menawarkan korban kepada ZZ dengan harga Rp200 ribu, namun yang disanggupi ZZ hanya Rp150 ribu.

"Selanjutnya pelaku I bersama istrinya kembali mengantarkan korban kepada pelaku ZZ. Sebelum korban diserahkan, pelaku ZZ telah memberikan uang sebesar Rp150 ribu kepada pelaku AY dengan perjanjian korban dibawa selama dua jam. Saat bersama ZZ perbuatan pencabul juga kembali terjadi kepada korban," lanjut dia.

Dalam kasus tersebut, pihaknya menyita beberapa barang bukti di antaranya uang tunai senilai Rp110 ribu, satu unit sepeda motor beserta STNK dan satu unit mobil beserta STNK yang digunakan pelaku untuk membawa korban, serta melakukan perbuatan cabul terhadap korban di dalam mobil tersebut.

"Saat ini keempat pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Padang Pariaman atas laporan polisi LP/24/B/II/SPKT/Polres tanggal 9 Februari 2020," pungkasnya.


Jangan Lewatkan