Pakai QRIS, Berinfak dan Bayar Zakat Kini Tinggal Scan Barcode

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama saat mencoba berinfak menggunakan QRIS.

PADANG (Metrans)

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) meresmikan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk penerimaan zakat, infaq dan sedekah di Masjid Raya Sumbar dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi, Selasa (14/1).

Peresmian itu dilaksanakan di lantai satu Masjid Raya Sumbar yang dihadiri oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, Wakil Walikota Padang Hendri Septa dan Ketua Baznas Provinsi Sumbar Syamsul Bahri serta seluruh jajaran Bank Indonsia (BI).


Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama mengatakan, saat ini, pihaknya memang baru meresmikan penggunaan QRIS ini di Masjid Raya Sumbar. Namun setelah ini, pihaknya berharap masjid-masjid yang diundang akan mengimplementasikan program ini.

"Biasanya masjid-masjid menggunakan kotak amal dalam mengumpulkan sedekah ataupun infak dan berharap semua pengurus masjid di Kota Padang nantinya beralih menggunakan QRIS yang memiliki banyak kelebihan dibanding menggunakan kotak amal," sebut Wahyu, Selasa (14/1).

Kemudian Wahyu juga menceritakan keunggulan QRIS yakni, jika orang yang ingin berinfak atau bersedekah sudah bisa dari rumah saja, tanpa harus ke Masjid dan memasukkan ke kotak amal yang disediakan masjid-masjid.

Sebelum di masjid Raya Sumbar,  pihaknyapun  telah telah melakukan launching di Pasar Raya Padang. Dalam sosialisasi itu, telah banyak pedagang-pedagang yang telah menggunakan QRIS contohnya usaha Soto Rajawali, Sate Manangkabau dan lainnya.

"Namun masalahnya sekarang, masyarakatnya banyak yang belum tahu, karena sosialisi masih kurang, kerena belum dilengkapi oleh sosialisasi dan petunjuk terkait penggunaan QRIS. Kami mintak kepada pihak bank-bank segera mensosialisikan," jelas dia.

Lebih lanjut kata dia, bagi yang ingin menggunakan QRIS, contohnya pihak masjid atau pedagang harus mendatangi pihak banknya dan meminta untuk registrasi QRIS. Dengan proses yang sebentar, dua atau tiga hari, pemohon sudah bisa menggunakan QRIS.

"Intinya sekarang, dalam penerapan QRIS kita harus banyak-banyak sosialisasi kepada masyarakat-masyarakat," tandasnya.

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar Buya Gusrizal Gazahar dalam sambutannya berharap, dengan penggunaan QRIS dalam pemerimaan zakat, infak dan sedekah ini akan membantu memudahkan pengelolaan dana untuk memajukan ekonomi umat.

"Berharap dengan kemudahan yang diberikan BI lewat QRIS, penghimpunan zakat infak sedekah jadi lebih mudah sehingga dana yang tersalurkan lebih banyak dan semoga yang menerima juga dapat dimudahkan buat mendapatkan haknya," sebut Buya Gusrizal.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno juga mengapresiasi peluncuran QRIS di Masjid Raya Sumbar dan BAZNAS ini. Menurutnya, masyarakat bisa bertransaksi melalui barcode sehingga bisa berinfaq, sedekah dan membayar zakat dengan mudah.

"Ini bagus ya, karena QRIS ini dari BI yang memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk bisa bertransaksi melalui barcode sehingga bisa berinfaq, sodakah, zakat. Kemudian belanja, selama di toko itu tersedia aplikasi ini dan transkasi lainnya," kata Irwan.

Dengan transaksi nontunai, kata dia, masyarakat bisa merasa aman, nyaman, efisien dan praktis, karena tidak perlu membawa uang tunai.

"Jadi kita ketahui dengan cashless kita bisa aman, nyaman, efisien, praktis gak bawak uang cash. Bisa terarah dan mudah berurusan, memberi banyak manfaat," lanjut dia.

Dia juga mendukung program ini, karena pengumpulan zakat juga mudah dan cukup efisien.

"Jadi kami dukung, apalagi adanya di Masjid Raya, tidak hanya untuk infaq, sedekah dan operasional masjid, tetapi juga zakat dikumpulkan dari sini dengan mudah," kata Irwan.

[Buliza Rahmat]


Jangan Lewatkan