Pembunuh Wanita Berusia 20 Tahun Itu Ternyata Suaminya Sendiri, Diringkus di Hotel Pekanbaru

Tersangka saat dihadirkan polisi saat konferensi pers di Mapolres Payakumbuh, Kamis (9/1).

PAYAKUMBUH (Metrans)

Pembunuh seorang wanita muda bernama Mutiara Putri (20) akhirnya diringkus polisi. Pelaku itu justru suaminya sendiri, yakni Jali (32). Ia diringkus tanpa perlawanan di sebuah hot di kawasan Panam, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (9/1) sekira pukul 03.30 WIB.

Pria yang menikahi korban pada 2 Juni 2019 lalu itu juga sempat berencana melarikan diri ke Kota Batam. Namun ia lebih dulu dibekuk tim gabungan yang langsung dipimpin Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Ilham Indarmawan.


Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setyawan mengatakan, sebelum melakukan pembunuhan, antara korban dan pelaku yang bekerja sebagai sopir (sebelumnya ditulis toke buah-buahan) sempat terjadi cekcok hingga akhirnya peristiwa keji itu terjadi.

Malam saat kejadian, korban yang sehari-hari bekerja di sebuah kafe di Payakumbuh itu tidak masuk kerja karena alasan sakit. Karena tengah membutuhkan uang untuk membayar cicilan/angsuran sepeda motor, pelaku meminta uang korban karena mengetahui korban memiliki uang dari hasil promosi iklan melalui akun Instagram dengan followers yang cukup banyak itu.

(Baca juga: Wanita Berusia 20 Tahun Ditemukan Tewas, Mulut Disumpal, Tangan dan Kaki Terikat Tali)

Karena tidak memilik uang dengan alasan tidak pergi bekerja, tersangka tidak bisa mengabulkan keinginan korban. Rupanya hal tersebut tidak berhenti sampai disana saja. Komunikasi pasangan suami istri (Pasutri) muda itu berujung cekcok.

Hal itu dikarenakan korban saat komunikasi dengan suaminya itu asyik berkomunikasi dengan seseorang menggunakan aplikasi Whatsapp. Bahkan tersangka mencoba meminta handphone yang tengah dipakai korban. Karena tidak kunjung diberikan, tersangka mencoba merebut. Hingga pertengkaran tak terelakkan, korban akhirnya nekad menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik.

"Antara korban dan tersangka memang terjadi cekcok sebelum terjadinya pembunuhan itu. Setelah mencekik korban, tersangka juga menyumpal mulut korban dengan baju kaos dan menutup hidung korban dengan lakban. Karena takut korban akan meminta pertolongan saat tersangka melarikan diri, tersangka mengikat tangan dan kaki korban," kata Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (9/1).

Usai membunuh korban, kata dia, tersangka Jali pulang ke rumah orang tuanya di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Di rumah itu, tersangka tidak banyak bicara, termasuk tidak menceritakan peristiwa pembunuhan yang baru saja ia lakukan.

Dalam keadaan gelisah di rumah orang tuanya itu, korban mengambil keputusan untuk melarikan diri ke Pekanbaru. Di antar oleh sang adik menggunakan sepeda motor ke kawasan Tanjung Pati, tersangka menumpang travel untuk menuju Kota Pekanbaru. Hanya beberapa jam setelah sampai di hotel di Pekanbaru, Tim Gabungan datang untuk melakukan penangkapan. (Lili Yuniati) 


Jangan Lewatkan