PT. SEML Jalin Kemitraan dengan PWI Solok Selatan

FIELD Senior Representatif PT SEML Yulnofrin Napilus didampingi Humas PT SEML M.Roza, saat bersama ketua dan anggota PWI usai menyerahkan bantuan sembako kepada wartawan Solok Selatan. (IST)

MUARALABUH (Metrans)

Nofrin Napilus selain akrab dengan perkeretaapian tentu saja dekat dengan wartawan. Kini ia menjadi Field Senior Representative PT Sepreme Energy Muara Laboh (PT SEML) di Solok Selatan, maka kedekatannya dengan para wartawan tak berkurang.

Kemarin ia memberi sinyal kepada para wartawan Solok Selatan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk bisa bertemu.


Rupanya, Nofrin atas nama PT SEML berkeinginan meringankan sedikit beban yang dipikil para wartawan di Solok Selatan saat wabah Covid-19 melanda seluruh dunia. “Tentu sangat berat bagi kawan-kawan, karena itu kita coba sedikit berbagi apa yang bisa kami bantu,” ujar lelaki yang bernama lengkap Yulnofrin Napilus itu kepada wartawati Metrans di Solok Selatan, Helfi Yulinda kemarin.

Kemarin puluhan wartawan yang tergabung dan ingin bergabung sebagai anggota PWI Solok Selatan menerima bantuan paket sembako dari PT Supreme Energy Muaralaboh (PT SEML)

Nofrin Napilus yang didampingi Humas PT SEML M.Roza mengatakan kepada para wartawan agar tidak dilihat besar kecilnya bantuan, tetapi lihatlah ini sebagai wujud persahabatan antara wartawan dengan PT SEML.

Para wartawan menerima paket bantuan berupa berupa 10 kg beras, minyak goreng 4 liter, mie instans satu dus, telur satu fly, gula 2 kg, kopi, susu, dan teh.

"Semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban kawan-kawan media yang terdampak Covid-19," kata Nofrin Napilus, yang dikenal juga sebagai  Sekjen Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS) itu. 

Nofrin mengatakan bahwa kehadiran PT SEML di Solok Selatan tentu saja hendaknya dapat memberikan multiplier effect kepada daerah. Dampak yang paling terasa kini adalah adanya suplai listrik 85 MW dari energi panas bumi (geothermal) kepada PLN. Dan itu membuat ‘nyawa’ kelistrikan Sumbar –Riau-Kerinci bahkan Sumatera bertambah kehandalannya.

PT SEML adalah korporasi migas dan energi di bawah PT Supreme Enegery besutan Supramu Santosa, seorang yang lama berkecimpung di bidang migas. Khusus untuk mengelola energi terbarukan, maka didirikanlah PT Supreme Energy Muara Laboh setelah diketahui adanya kandungan geothermal yang melimpah di Solok Selatan ini.

Mulanya pada 12 tahun lalu Mendeteri ESDM menuhgasi  PT Supreme Energy membuat studi pra-kelayakan di berbagai wilayah di Sumatera, yang semuanya diselesaikan pada 2009. Pada awal 2010, Liki Pinangawan Muaralaboh dan Konsesi panas bumi Gunung Rajabasa diberikan kepada Supreme Energy yang bekerja sama dalam sebuah konsorsium dengan ENGIE (sebelumnya GDF Suez), pemimpin dan produsen listrik independen terbesar di dunia dalam sebuah konsorsium.

Sumitomo Corporation bergabung dengan konsorsium pada tahun 2010 untuk mengembangkan konsesi Muara Laboh dan Rajabasa bersama dengan Supreme Energy dan ENGIE. PT Supreme Energy.

ENGIE dan Sumitomo Corporation adalah pemegang saham Supreme Energy Muara Laboh dan perusahaan proyek Supreme Energy Rajabasa.

Ramah tamah para wartawan Solok Selatan ditutup dengan penyampaian terimakasih oleh Ketua PWI, Hendrivon.

Hendrivon mengatakan bahwa kehadiran PT SEML di Solok Selatan memang telah membuat perubahan di daerah ini. “Kita harap ke depan, perhatian perusahaan kepada masyarakat dan daerah ini hendaknya semakin besar, Sedangkan keterjalinan hubungan antara media dengan PT SEML juga akan terujud dalam bentuk kerjasama-kerjasama yang saling mendukung di masa depan,” kata Hendrivon,

Menurut dia, partisipasi perusahaan terhadap mitra kerja sangat penting terutama insan pers di daerah ini pada saat kondisi ekonomi yang memang sedang sulit-sulitnya akibat terpaan wabah Covid-19 ini.

"Semua wartawan dapat jatah, baik anggota PWI ataupun yang wartawan berkeinginan besar masuk sebagai calon anggota PWI. Tentu kita berterima kasih kepada Supreme Energy dengan kuncuran bantuan sembako ini," tuturnya.

Dilanjutkannya, bahwa PWI membuka peluang bagi insan pers daerah untuk bergabung sebagai calon anggota PWI. Sehingga ada generasi penerus PWI yang akan mampu mengakomodir kawan-kawan media di daerah.

“Saya juga ingin kepemimpinan PWI di daerah ini dapat dilanjutkan oleh generasi penerus,” ujar Hendrivon.

[Helfi Yulinda]


Jangan Lewatkan