TIM TERPADU PEMPROV SUMBAR UNJUK GIGI

Satu Lokasi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung ”Disegel”

Salah satu lokasi tambang emas di Sijunjung (Ilustrasi)

PADANG (Metrans)

Sat Pol PP Sumbar bersama Tim terpadu penertiban tambang Sumbar menyegel satu penambangan emas ilegal di Jorong Mangkudu, Nagari Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung. Di areal yang berada di sawah masyarakat dengan luas sekitar 10 hektare itu, tim juga menyita dua unit diesel dan satu mesin penyedot.

"Selain itu, tim kami yang turun pada 10 April lalu itu juga sudah memproses satu orang pengelola tambang tersebut untuk dijadikan tersangka. Dia diduga melanggar Perda Tipiring dengan hukuman maksimal 6 bulan dan denda Rp50 juta," kata Kasatpol PP dan Damkar Sumbar, Zul Aliman, Minggu (16/4) di Padang.


Zul Aliman didampingi Kabid Penertiban Umum Raflis menyebutkan, sebelum turun melakukan penertiban, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan kepada pengelola. Namun peringatan tersebut diabaikan sehingga pihaknya terpaksa bersama tim yang terdiri dari Polda Sumbar, Korem Sumbar, Dinas ESDM Sumbar dan Kejati Sumbar itu melakukan penyegelan dan menyita alat milik pengelola tambang itu.

"Satu bulan sebelum penertiban kita sudah layangkan surat peringatan, namun diabaikan. Akhirnya, kita terpaksa melakukan penertiban dan penyitaan," jelasnya.

Saat ini, kata Zul Aliman, sebagai penegak Perda, pihaknya masih menunggu proses Tipiring dari Koordinator Pengawas Sat Pol PP. Untuk tindak pidana, pihaknya menyerahkan kepada aparat terkait.

"Kita hanya aparat penegak Perda, soal tindak pidana kita serahkan kepada aparat kepolisian," tegas Zul.

Selain mengamankan satu penambangan emas ilegal itu, tim juga melayangkan peringatan keras kepada satu penambang emas ilegal di areal Sungai Sinamar tepatnya di Nagari Silokek, Kecamatan Ampalu Sijunjung.

"Kita juga melayangkan surat peringatan keras pada satu pengelola penambang ilegal di areal sungai Sinamar, Nagari Silokek, Amapalu Sijunjung. Jika diabaikan juga, kita akan turun kembali melakukan penertiban," jelasnya.


Jangan Lewatkan