DILARIKAN KE RST SOLOK

Sembilan Warga Solok Keracunan Usai Santap Hidangan Pesta Perkawinan

Sebagian korban keracunan yang dirawat inap di RST Solok

SOLOK (Metrans)

Sedikitnya sembilan warga Kota Solok harus dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST) Solok usai menyantap hidangan pesta perkawinan (baralek) di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Kamis malam (10/5). 

Mereka itu diduga keracunan makanan setelah menyantap berbagai menu, seperti gulai nangka, mihun, telur goreng dan gulai ayam. Kesembilan warga tersebut mengalami sakit perut diiringi muntah, mencret, mata perih, sakit kepala dan suhu badan tinggi. 


Setelah mendapatkan perawatan di RST Solok, tiga warga diperbolehkan pulang dan penanganan rawat jalan, sementara enam warga lainnya harus menjalani rawat inap.

(Baca juga: Nama-Nama Warga yang Menjalani Rawat Inap di RST Solok)

Kapolsek Kota Solok Kompol Darto menyatakan, sembilan warga tersebut dilarikan ke RST Solok, setelah gejala yang mereka alami makin parah. 

Menurutnya, dari keterangan keluarga korban, diduga kuat penyebab utama keracunan adalah gulai nangka yang menjadi hidangan "baralek" tersebut.

"Alhamdulillah, tiga warga yang dirawat sudah diperbolehkan pulang. Namun enam warga lainnya masih harus menjalani rawat inap di RST Solok. Kita harapkan semuanya bisa secepatnya pulih," ungkap Darto.

Menurut keterangan keluarga korban, Nofridawati (33), warga Pincuran Tujuh RT 05 RW 02, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, menyatakan pada Selasa (8/5), pihak keluarga yang diduga keracunan makanan mengadakan syukuran atau doa selamatan pernikahan anak mereka. 

Dengan memasak berbagai menu, katanya lagi, seperti gulai nangka, kalio (gulai) ayam, telur goreng, goreng ikan dan goreng ayam. 

Dikatakan juga, seluruh bahan makanan itu dibeli dari Pasaraya Solok. Pada Rabu (9/5), di hari pernikahan keluarga di KUA Lubuk Sikarah, pihak keluarga kembali memasak mihun goreng.

"Pada Rabu malam, dua orang (Rasai dan Adtya Darma Putra), mengalami sakit perut disertai muntah-muntah, mencret, mata perih, sakit kepala dan suhu badan tinggi. Keduanya diberi obat berupa tablet anti mencret dari warung," ungkap Nofridawati.

Namun, pada hari Kamis (10/5), sekira pukul 13.30 WIB, gejala yang dialami makin parah. Sehingga, pihak keluarga membawanya ke Rumah Sakit Tentara (RST) Solok. Atas inisiatif dari pihak RST Solok, akhirnya tujuh pasien lain dijemput menggunakan ambulans RST Solok, karena mengalami hal yang sama. 

Hal ini, katanya, sempat menjadi pertanyaan, karena Pemko Solok memiliki program andalan Solok Madinah Sehat Cara Revolusi Sehat (Smash Care's), dengan call center PSC 119. Apalagi, kejadian tersebut telah berlangsung hitungan hari, yakni sejak Rabu (8/5).

Pihak keluarga besan/pengantin pria juga mengalami hal yang sama. Namun mereka dirawat di rumah dan mendapat perobatan dari Bidan Dahniar yang beralamat di Simpang Gawan Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok. (rzl)


Jangan Lewatkan