Syahendra Wali Nagari Canduang Koto Laweh: Jadikan Nagari Madani Nagari Santri

Syahendra,St.Lembak Alam Wali Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang, nyonya Ns.Susanti Syahendra S.Kep foto bersama Camat Canduang, Fauzi Safrizal,S.STP,MA, Wali Nagari periode sebelumnya, tokoh masyarakat dan karyawan

CANDUANG (Metrans)

Serah terima jabatan Wali Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang Kabupaten Agam, Siwa Usman kepada Syahendra dan Ketua TP PKK Nagari Canduang Koto Laweh nyonya Rifvera Yenny Darnis kepada nyonya Ns.Susanti Syahendra S.Kep digelar di aula kantor Wali Nagari Canduang Koto Laweh, Senin (31/12) berjalan lancar.

Pada kesempatan tersebut dihadiri Camat Canduang, Forkopinka plus, Bamus, Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Wali Jorong, Pemuda Karang Taruna dan puluhan orang warga masyarakat setempat.


Camat Canduang, Fauzi Safrizal,S.STP,MA seusai acara sertijab mengatakan kepada wartawan Khazanah, sertijab ini adalah rangkaian kegiatan proses pelaksanaan pemilihan Wali Nagari yang dimulai bulan Oktober dan sebelum sertijab ini telah dilakukan pelantikannya serentak sebanyak 26 Wali Nagari tanggal 26 Desember 2019 oleh Bupati Agam. Penjabat Wali Nagari Canduang Koto Laweh Syahendra, St.Lembak Alam secara regulasi sudah mulai bekerja sejak dilantik, ucapnya.

Ditambahkan keterangan Camat Canduang, saat acara pelantikan Wali Nagari, Bupati Agam berpesan kepada 26 Wali Nagari, yang pertama Wali Nagari adalah corong terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, sekecil hal yang ada di Nagarinya, Wali Nagari harus mengetahuinya. Dan masalah Agam menyamai terus dilanjutkan oleh Syahendra, St.Lembak Alam sebagai Wali Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Candung, kata Fauzi Safrizal.

Sementara itu Syahendra, St.Lembak Alam yang dipercayakan warga masyarakat memimpin Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang untuk periode 2019-2025, mempunyai harapan Nagari Canduang Koto Laweh bisa menjadi Nagari Madani, sesuai dengan misi visi, Nagari ini akan dijadikan Nagari Santri, karena Nagari ini indentik dengan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI), di Nagari inipun banyak pesantren-pesantren dan pendidikan-pendidikan agama Islam lainnya. Dengan harapan perantau-perantau ikut mendukung program ini.

“Basamo Mangko Manjadi” suatu motto Syahendra, motto ini adalah cikal bakal dari kondisi Nagari yang sebenarnya, tidak ada kerja yang tidak bergotong royong bersama-sama, gotong royong inilah yang akan dibangkitkan kembali di Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang, yaitu ma iriak padi di sawah, bagotong royong banda, dan lainnya dikerjakan bersama-sama, menjadikan Nagari “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur”, katanya kepada wartawan Khazanah dan Metro Andalas.

Lebih lanjut disampaikannya, mengenai tingkat perekonomian di Nagari ini, secara rata-rata cukup bagus, konsep kerja Syahendra akan meningkatkan perekonomian berbasis syariah, Insya Allah akan membuat koperasi syariah untuk mengakomodir seluruh petani dan juga seluruh warga masyarakat Nagari yang berkebetulan kekurangan dalam usaha modal berusaha secara Islami.

Dan juga akan menegakkan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnas) yang akan mempunyai banyak usaha nantinya, Insya Allah pariwisata akan juga dihidupkan kembali, embung Rawang yang telah dibangun oleh Pemerintahan Canduang Koto Laweh akan dijadikan objek wisata, sehingga pendapatan aset Nagari benar-benar nampak kedepannya, ini semuanya untuk Nagari, pungkas Syahendra. (Iwin SB)


Jangan Lewatkan