Tiga Remaja di Bawah Umur Ditangkap Saat Tawuran, Polisi Temukan Samurai dan Klewang

Suasana setelah polisi datang menangkap ketiga remaja dan membubarkan aksi tawuran tersebut. (Foto: Raihan Al Karim)

PADANG (Metrans)

Jajaran Polresta Padang kembali menjaring tiga remaja di bawah umur yang diduga terlibat aksi tawuran di Jalan Thamrin, Kecamatan Padang Selatan, tepatnya di depan Hotel Grand Zuri Kota Padang. Ketiga remaja itu yakni RI (16), WI (16) dan R (16).

Selain menjaring ketiga remaja tersebut, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam di antaranya 2 buah parang, 1 samurai rakitan, 1 klewang, 1 gear sepeda motor yang diikat menggunakan seutas tali, 1 ikat pinggang dan 2 unit sepeda motor yang digunakan para remaja tersebut.


Dari hasil pantauan Metrans di lapangan saat mengikuti operasi tersebut, ketiga pelaku ditangkap pada Minggu (9/2) sekira pukul 04.00 WIB. Penangkapan itu berawal dari informasi pengendara yang melihat kejadian tersebut. Saat melihat polisi datang, puluhan remaja yang sedang melakukan aksi tawuran itu langsung kabur berhamburan.

Namun sial bagi tiga remaja yang berhasil dijaring polisi itu. Ketika mereka hendak melarikan diri, polisi sudah mengepung dan menghadang mereka. Saking nekad dan paniknya, salah seorang remaja itu menabrak petugas Sabhara yang saat itu menggunakan sepeda motor.

Bahkan, satu dari tiga remaja yang dijaring itu, masih berusaha melarikan diri ketika sudah ditangkap, namun kembali berhasil ditangkap. Tawuran itu juga mengakibatkan kaca di sebuah warung nasi goreng di daerah itu pecah. Beberapa senjata tajam juga terlihat berserakan di tengah jalan.

Saat diinterogasi petugas di Mapolresta Padang, remaja berinisial WI (16) yang dijaring petugas mengakui bahwa salah satu parang yang disita itu merupakan senjata tajam yang ia bawa dan diberikan oleh rekannya.

"Parang ini memang saya yang bawa, Bang. Tapi ini dikasih sama temen saya untuk pelindung badan. Saya jujur, ini kali pertama saya ditangkap karena tawuran, tujuan awal saya pun untuk beli lontong," ungkap remaja yang merupakan warga Ulak Karang itu.

Sementara, Perwira Pengawas (Pawas) operasi tersebut, Iptu P Manurung membenarkan bahwa pihaknya menjaring ketiga pelaku beserta sejumlah barang bukti tersebut. Ia menyebut, pihaknya akan mendalami kasus remaja WI yang membawa senjata tajam jenis parang itu.

"Terkait remaja yang membawa parang itu, kita dalami dulu. Nanti jika memang terbukti, kita serahkan kepada Satreskrim untuk proses selanjutnya. Sementara untuk remaja lainnya, akan kita data, panggil orang tuanya dan buat surat pernyataan. Kemudian surat-surat kendaraannya juga kita cek dulu," kata dia.

Ia mengatakan, sesuai arahan pimpinan yakninya Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Tri Himawan, pihaknya akan mengintensifkan operasi ini guna mengantisipasi remaja yang melakukan aksi tawuran dan balap liar yang sangat meresahkan masyarakat ini.

"Sesuai arahan Pak Kapolresta, setiap malam minggu akan kita intensifkan kegiatan seperti ini. Ini merupakan salah satu upaya kita untuk mengantisipasi balap liar, tawuran dan begal yang sudah meresahkan masyarakat Kota Padang," bebernya.

Lebih lanjut kata dia, peran orangtua sangat penting untuk mengurangi aksi tawuran. Dia berharap orang tua bisa memantau perilaku anaknya saat berada di luar rumah.

"Jangan sampai mereka terpengaruh hal buruk sehingga terpancing melakukan aksi negatif, seperti tawuran, geng motor, atau narkoba," pungkasnya.

Diketahui, operasi tersebut dimulai pada Minggu (9/2) sekira pukul 00.00 WIB dan berakhir pukul 05.30 WIB. Petugas menyisir beberapa titik yang disebut-sebut rawan dalam aksi tawuran dan balap liar. Di antaranya kawasan Nurul Iman-Imam Bonjol, Ratulangi, Masjid Raya Sumbar, Khatib Sulaiman, Jalan Raya Ampang, Lubuk Lintah, Andalas dan Alang Laweh.

Pada Minggu (2/2) dini hari lalu, saat melakukan operasi, petugas juga menjaring 15 remaja yang diduga terlibat aksi tawuran dan balap liar. Selain itu, petugas juga menyita 4 senjata tajam jenis parang dan klewang beserta 5 unit sepeda motor.

[Raihan Al Karim]


Jangan Lewatkan