oleh

10 TITIK WIFI GRATIS

Tingkatkan Internetisasi di Daerah Tertinggal, ICON+ Luncurkan Kadai Ides di Sawahlunto

PADANG (Metrans)

Berbagai terobosan dilakukan oleh PT. Indonesia Comnets Plus (ICON+) selaku anak perusahaan PLN yang bergerak dalam bidang penyediaan layanan Information and Communication Technology (ICT) dan jasa layanan solusi digital. Salah satunya dengan memberikan akses internet gratis di beberapa Kota, seperti 10 titik lokasi di Kota Sawahlunto.

Dalam hal ini, ICON+ bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto, meresmikan layanan internet gratis yang diberi nama "Kadai Ides" dan diresmikan langsung oleh Walikota Sawahlunto, Deri Asta didampingi General Manager ICON+ SBU Pekanbaru, Widi Kristiawan dan Sekretaris Perusahaan ICON+, Tetty Indrawati, Kamis (10/10) di Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto.


Sekretaris Perusahaan ICON+, Tetty Indrawati mengatakan, Kadai Ides merupakan program internet rakyat yang merupakan kontribusi untuk peningkatan bandwidth per kapita yang diinisiasi oleh ICON+. Program ini sendiri merupakan bentuk dukungan ICON+ terhadap program PLN, "Desa Berlistrik dan Berinternet".

Ia mengatakan, dengan keberadaan Kadai Ides, masyarakat dan pemerintah di desa-desa di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), akan dapat memanfaatkan koneksi internet secara gratis namun dengan layanan yang andal.

"Ada tiga tujuan utama dari keberadaan Kadai Ides. Pertama ialah peningkatan pendidikan masyarakat melalui kemudahan akses informasi dan distance learning. Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menciptakan komunitas digital di pedesaan. Dan ketiga ialah solusi digital village yang menyinergikan pelayanan pemerintah desa dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi," kata Tetty.

Spirit pembangunan Kadai Ides sendiri, lanjut dia, yakni untuk menghadirkan konektivitas kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Diharapkan, masyarakat desa dan komoditas lokal, terutama di desa-desa di wilayah 3T akan semakin memiliki daya saing dalam menghadapi persaingan global, serta mampu berdaya sesuai dengan konsep Nawacita di bidang ekonomi dengan mengadopsi teknologi informasi. 

"Sampai saat ini, ICON+ telah membangun Kadai Ides 4.092 titik yang tersebar di seluruh Indonesia seperti di Langsa, Toba, Belitung Timur, Tasikmalaya, Wonosobo, Banyuwangi, Mandalika, Badung, Pantai Losari, Kutai Timur, Sangat, dan lainnya. ICON+ menargetkan ke depannya akan ada 15 ribu Kadai Ides di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Manajer Pemasaran dan Penjualan ICON+ SBU Pekanbaru, Rachmat Ariefianto saat memperkenalkan Kadai Ides di Rumah Kreatif Sawahlunto

Sementara, General Manager ICON+ SBU Pekanbaru, Widi Kristiawan mengatakan, adapun 10 titik Warung Ides di Sawahlunto yang terkoneksi dengan layanan internet gratis di antaranya, di Puncak Cemara, Kawasan Silo, Taman Satwa Kandi, Simpang Tugu Talawi, Museum Kereta Api, SD Santa Lusia, Gedung Pusat Kebudayaan, Lapangan Segitiga, Radio Sawahlunto dan Pasar Sawahlunto.

"Ada di 10 titik itu. Ini adalah bagian dari kepedulian Pemda Sawahlunto untuk memberikan layanan wifi gratis, dan kami menyiapkan itu. Jadi, misinya bapak walikota bagaimana internet yang dipakai OPD itu bisa diset untuk masyarakat luas, makanya disiapkan wifi gratis. Makanya kita lakukan kerjasama dengan Pemko," kata Widi.

Ia berharap, dengan adanya akses internet gratis di beberapa titik tersebut, masyarakat bisa melakukan akses internet dengan cepat, bisa memperoleh dan memperbarui informasi lebih cepat, dan bisa menggunakan internet itu untuk belajar.

Tak hanya itu, ia juga berharap bahwa kegiatan ekonomi yang ada seperti UMKM, masyarakat bisa mengunggah produknya yang ada ke sebuah platform untuk jual beli digital yang disiapkan oleh ICON+ yang bernama "Airsale".

"Kalau di Sawahlunto, yang kita kembangkan untuk OPD itu hampir 27 titik. Sampai ke SMP ada sekitar 9 titik, kelurahan 11 titik, puskesmas 6 titik dan kita koneksi semuanya. Jadi kita lihat, ini kota pertama yang sudah mengkoneksikan sekolah, kelurahan dalam satu jaringan," tambah dia

Lebih lanjut ia mengatakan, di Sumatera Barat sudah hampir 40 desa yang mendapat akses internet gratis dari ICON+. Beberapa daerah itu di antaranya, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, dan Padang Pariaman. 

Di samping menyediakan layanan internet gratis, pihaknya juga menyaring situs-situs website terlarang di jaringan tersebut agar tak disalahgunakan oleh para pengguna internet itu.

"Disini proteksinya kita ada DNS nya untuk memproteksi website terlarang, kita sudah koneksikan. Kita akan selalu update, kalau ada temuan segera infokan, agar kita bisa update setiap saat. Kita dukung internet bersih," pungkasnya.

Terpisah, Walikota Sawahlunto, Deri Asta mengatakan, program pengembangan jaringan internet tersebut sebelumnya sudah masuk dalam visi dan misi Pemko dalam mewujudkan smart city. Menurutnya, peningkatan kapasitas jaringan internet di Sawahlunto ini tak bisa disepelekan, karena menyangkut perkembangan teknologi informasi.

"Hal ini tak bisa disepelekan. Kita harap peningkatan IT ini berdampak juga terhadap peningkatan efisiensi dan produktifitas kinerja pemerintah maupun swasta. UMKM harus upgrade juga dengan IT agar tidak kalah saing," pungkasnya.

[Raihan Al Karim]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru