MENUMPANG MOBIL TANGKI

Widya Nengsih Mengaku Diperkosa Lalu Diterlantarkan

Widya Nengsih saat menerima bantuan sejumlah uang untuk ongkos pulang

PAINAN (Metrans)
Widya Nengsih (21) warga Kota Bumi, Lampung Utara, ditemukan masyarakat Sungai Tunu Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan terlantar di tengah jalan dan semponyongan.

Masyarakat setempat yang sangat perihatin melihat kondisi korban iyu, langsung memberikan pertolongan kemudian diserahkan ke Kantor Camat. Selanjutnya, camat menyerahkan ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pesisir Selatan di Painan.

Dari pengakuan Widya Nengsih, dia berangkat dari Padang hendak kembali ke Lampung dengan menumpang mobil tangki Merk Pertamina Nopol BA 9736 AO. Korban yang berstatus janda itu mengaku telah diperkosa oleh seorang sopir tangki yang ditumpanginya itu, Kamis malam (9/2). Namun sayangnya korban tidak mengetahui nama pelaku.


"Sebelum saya diperkosa, dikasih minum kemudian saya dibius," katanya kepada Metrans, Jumat (10/2).

Dikatakanya, semenjak kecil korban tinggal bersama saudara angkatnya di Kota Bumi Lampung, dimana orang tuanya pergi merantau untuk menyambung hidup ke tanah Jiran Malasyia.

Waktu mulai berjalan hingga korban berusia 21 tahun, kemudian dia sudah mengetahui bahwa orang tuanya telah meninggal dunia, dan dikuburkan di Kota Padang, Sumatera Barat.

"Semenjak lahir belum pernah bertemu dengan orang tua, tujuan hendak berziarah ke sana. Namun, keinginan tak berbuah hasil malahan ditambah diperkosa," kata dia dengan wajah murung.

Sementara, saat itu Kepala Bidang Pemberdayaan Rehalibitasi Sosial Pesisir Selatan, Ridwan. SH, didampingi Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Umum (Tratibum) Edison, langsung menanggapi dengan serius dan membawa korban ke Polres Pessel untuk memberikan laporan serta mengeluarkan surat terlantar dari kepolisian setempat, serta memberikan bantuan kepada korban uang sejumlah Rp500 ribu.

"Saya prihatin sekali melihat kondisi korban, nanti kita pulangkan ke kampungnya dengan mengambilkan langsung mobil yang akan ditumpanginya. Supaya aman, kapan perlu kita minta nomor Hp supirnya," kata Ridwan mengakhiri.(mil)


Jangan Lewatkan