oleh

DENGAN SESENGGUKAN
Maria: Saya Diperlakukan Bagai Seorang Teroris atau Penjahat Besar

PADANG (Metrans)
Sambil bercucuran air mata, terdakwa kasus dugaan korupsi anggaran pekerja kebersihan rumah dinas Walikota Padang Panjang, Maria Feronika membacakan pledoi atau pembelaan atas dirinya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Padang, Rabu (30/5).

Maria mengaku niatnya membagikan gaji pekerja kebersihan Rumdin Walikota Padang Panjang hanya untuk membantu. Niat baiknya itu malahan membuat dirinya menjadi tersangka kasus korupsi.

"Niat saya baik hanya untuk membantu. Tapi sekarang menjadi begini," kata Maria.


Maria menyebutkan selama menjalani kasus ini dirinya sangat tersiksa karena diperlakukan sangat tidak manusiawi mulai dari proses penyidikan hingga ditahan di rumah tahanan.

"Awal saya dipanggil polisi Padang Panjang saya ditanya bukan seputar kasus, tapi persoalan lain. Saya ditanya kenapa saya berkulit putih, saya juga ditanya soal KB," kata Maria.

Kemudian jelang ditahan di rumah tahanan di Padang, Maria menceritakan dirinya dibawa dengan mobil tahanan tanpa bisa melakukan komunikasi dengan keluarga.

(Baca juga: Maria dan Richi Sama-sama Dituntut Tiga Tahun Penjara)

"Saya dibawa dengan mobil yang dilengkapi puluhan anggota polisi yang berpakaian lengkap. Saya seperti teroris atau penjahat besar lainnya. Ketika saya minta izin berkomunikasi dengan keluarga tidak diizinkan. Kemudian ketika saya minta izin berhenti sebentar karena mau muntah juga tidak diizinkan," kata Maria yang sudah mulai terisak mengeluarkan air mata.

Air mata Maria semakin bercucuran ketika dirinya mengatakan ketika ditahan tidak bisa bertemu dengan anak-anaknya yang berusia lima, empat dan dua tahun.

"Saya sudah gagal menjadi seorang ibu. Saya tidak bisa mendidik anak. Anak saya kecil-kecil tiga orang berumur lima, empat dan dua tahun," katanya dengan berurai air mata.

Sementara penasehat hukum Maria, Delfika Yufianda dari kantor hukum independen mengatakan dalam pledoinya supaya majelis hakim membebaskan terdakwa dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU menuntut Maria dengan hukuman 3 tahun penjara, ditambah denda Rp100 juta, membayar uang pengganti Rp167.321.000. 

"Kita meminta majelis hakim membebaskan terdakwa karena terbukti secara meyakinkan tidak melakukan tindakan yang didakwakan dalam pasal 3 jo 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 serta pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang," katanya. (pep)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru