Operasi Tawuran dan Balap Liar di Padang, 12 Sepeda Motor Dikandangkan

Sejumlah sepeda motor yang dijaring petugas saat dikandangkan di Mapolresta Padang, Minggu (15/3). (Foto: Raihan Al Karim)

PADANG (Metrans)

Jajaran Polresta Padang kembali melakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) berupa patroli, Minggu (15/3). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi aksi balap liar dan tawuran remaja yang kian meresahkan masyarakat.

Alhasil, petugas berhasil menjaring 12 sepeda motor beserta pengendara lantaran mereka ugal-ugalan saat berkendara, kemudian sepeda motor tersebut tidak dilengkapi surat-surat berkendara dan sepeda motor tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya, seperti knalpot racing yang membuat bising.


Dari pantauan Metrans di lapangan, beberapa sepeda motor yang dijaring tersebut di antaranya motor gede alias moge dan motor sport yang menggunakan knalpot bising. Para pengendara dan sepeda motor yang dijaring langsung digiring ke Mapolresta untuk dilakukan penilangan.

Sebelum melakukan patroli, para aparat kepolisian melakukan apel di kawasan Tugu Simpang Haru yang dipimpin langsung Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan.

Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Alwi Haskar menyebutkan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku balap liar dan tawuran di Kota Padang. Hal ini dilakukan guna memastikan masyarakat nyaman beristirahat tanpa terganggu akibat aksi tawuran dan balap liar yang sudah meresahkan itu.

"Untuk pelaku balap liar dan tawuran akan kita tindak tegas, tiada ampun. Mulai malam ini kita laksanakan kembali kegiatan ini, kita pastikan masyarakat nyaman beristirahat tanpa terganggu akibat tawuran dan balap liar ini," ungkapnya ketika melaksanakan apel jelang patroli berlangsung.

Ia mencontohkan, jika ada pelaku tawuran yang menggunakan senjata tajam (sajam) akan dijerat dengan Pasal 2 (ayat 1) UU Darurat No 12 th 1951 dengan ancaman 10 tahun kurungan penjara.

Kemudian jika pelaku melakukan kekerasan terhadap orang lain, akan dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana penjara 5 tahun 6 bulan. Apalagi jika kekerasan yang dilakukannya mengakibatkan luka-luka, akan terancam pidana 7 tahun penjara, mengakibatkan luka berat, terancam pidana 9 tahun penjara dan jika mengakibatkan maut, terancam pidana 12 tahun penjara.

Sementara, para pengendara yang terjaring saat patroli jika tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), kendaraan yang menggunakan knalpot racing, kendaraan yang tak sesuai dengan standarnya, tak dilengkapi dengan nomor polisi akan dilakukan tindakan berupa penilangan.


Jangan Lewatkan