Pandemi Corona, AJI Ingatkan Wartawan: Tidak Ada Berita Seharga Nyawa

Ilustrasi kerumunan wartawan. (Foto: Raihan Al Karim)

PADANG (Metrans)

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta meminta adanya perubahan strategi dalam jurnalistik. Guna menghindari penyebaran virus Corona, narasumber diminta untuk menyampaikan informasi secara online, tidak melalui kerumunan yang biasa terjadi di konferensi pers.

Untuk itu, AJI mengimbau setidaknya ada beberapa opsi untuk menyebarkan informasi ke publik. Di antaranya siaran pers disertai foto dan video peristiwa dengan catatan keterangan serta hak cipta gambar bergerak maupun tidak bergerak.


Kemudian, lembaran data yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan laporan berita. Siaran langsung atau pengiriman gambar secara online melalui website atau link resmi yang disediakan oleh narasumber. 

Selanjutnya, siaran langsung melalui platform media sosial atau aplikasi komunikasi dengan disertai waktu untuk tanya jawab melalui kolom komentar atau teknologi suara lainnya. Penyebaran video keterangan pers melalui video singkat dengan keterangan dan hak cipta atas gambar video bergerak. 

Wawancara atau pertemuan tatap muka dengan narasumber pun diimbau atas pertimbangan mendesak dengan persetujuan pimpinan redaksi dengan pencatatan sebagai dokumentasi penelusuran interaksi dekat dengan sesama manusia.  

AJI Jakarta juga mendesak tim kehumasan dan komunikasi dari para narasumber agar siap menjawab pertanyaan dari para jurnalis melalui aplikasi komunikasi maka penting agar menyediakan nomor kontak yang bisa dihubungi demi kepentingan konfirmasi.

"Perubahan strategi ini bersifat sementara demi keselamatan jurnalis di lapangan masa penyebaran virus Covid-19 mereda. Perlu dicatat, menghindari kerumuman bagi wartawan tetap berpegang teguh pada prinsip kebebasan pers dan hak atas informasi dan bukan alasan bagi para narasumber untuk menyembunyikan informasi penting bagi publik. Utamakan kesehatan dan keselamatan, tidak ada berita seharga nyawa. Salam jurnalis," ungkap Ketua Aji Jakarta, Asnil Bambani melalui keterangan persnya, Minggu (15/3).

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan penyebaran virus Covid -19 sebagai bencana nasional non alam dan Pemda DKI Jakarta sudah melakukan pelarangan dan menutup sarana umum yang banyak terjadi kerumunan karena dinilai sangat rentan penyebaran virus Covid-19. 


Jangan Lewatkan